Lirik Lagu

masuk ke Lirik dan Chord Lagu untuk mencari informasi tentang lirik dan chord lagu-lagu rohani .

Showing posts with label Dayak. Show all posts
Showing posts with label Dayak. Show all posts

Wednesday, February 8, 2012

Dayak


Kata Dayak untuk suku Dayak di kalimantan sebenarnya mengambil istilah dari kata Dayak Indian warga pribumi di benua Amerika. Jadi tepatnya, kata Dayak itu hanya sebutan yang digunakan oleh peneliti asing. Namun sebutan ini memberikan pengaruh kepada perkembangan kebudayaan warga Dayak di Kalimantan yang kemudian mengadaptasi bentuk-bentuk budaya Suku Dayak Indian di benua Amerika seperti yang terlihat melalui kesenian tari maupun cara berpakaian mereka di masa lalu.
Antara lain dari penggunaan bulu burung besar yang mereka kenakan di kepala, menghiasi wajah dengan coretan di wajah dan lain sebagainya ketika melaksanakan pertunjukan adat maupun kesenian.
Suku Dayak sendiri memang berasal dari daratan Cina, tepatnya Mongolia.
Hal ini gampang dilihat dari bangun fisik khususnya wajah, dan kulit warga suku Dayak serta barang-barang kuno peninggalan lama yang banyak terdapat di tengah komunitas suku ini di pedalaman, seperti Guci, Piring, Manik dan sebagainya yang khas asli dari Tiongkok.
Dari peninggalan yang ada di pedalaman Kutai Kartanegara seperti di Gua Gunung Kong Beng (Ini nama seorang panglima tentara Tiongkok yang melarikan diri dari negerinya dan sampai di pedalaman Kaltim) warga Dayak merupakan pendatang di Kalimantan, ketika di sini sudah berdiri kerajaan-kerajaan Hindu seperti Mulawarman yang merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia dengan Rajanya Purnawarman di Kutai Kartanegara.
Mengapa warga Dayak tidak memiliki kerajaan sendiri di pulau ini, khususnya di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, karena mereka memang hanya pendatang. Meski demikian, dalam sejarahnya, mereka memiliki hubungan kesetiaan yang kuat dengan Kerajaan Kerajaan yang ada tersebut, seperti dengan Kerajaan Kutai Kartanegara.

Thursday, January 6, 2011

Asal usul dayak

Kata Dayak berasal dari kata Daya” yang artinya hulu, untuk menyebutkan masyarakat yang tinggal di pedalaman atau perhuluan Kalimantan umumnya dan Kalimantan Barat.

Ada pelbagai pendapat tentang asal-usul orang Dayak, tetapi setakat ini belum ada yang betul-betul memuaskan. Namun, pendapat yang diterima umum menyatakan bahawa orang Dayak ialah salah satu kelompok asli terbesar dan tertua yang mendiami pulau Kalimantan (Tjilik Riwut 1993: 231). Gagasan tentang penduduk asli ini didasarkan pada teori migrasi penduduk ke Kalimantan. Bertolak dari pendapat itu adalah dipercayai bahawa nenek moyang orang Dayak berasal dari China Selatan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Mikhail Coomans (1987: 3):

…semua suku bangsa Daya termasuk pada kelompok yang bermigrasi secara besar-besaran dari daratan Asia. Suku bangsa Daya merupakan keturunan daripada imigran yang berasal dari wilayah yang kini disebut Yunnan di Cina Selatan. Dari tempat itulah kelompok kecil mengembara melalui Indo China ke jazirah Malaysia yang menjadi loncatan untuk memasuki pulau-pulau di Indonesia, selain itu, mungkin ada kelompok yang memilih batu loncatan lain, yakni melalui Hainan, Taiwan dan Filipina. Perpindahan itu tidak begitu sulit, kerana pada zaman glazial (zaman es) permukaan laut sangat turun (surut), sehingga dengan perahu-perahu kecil sekalipun mereka dapat menyeberangi perairan yang memisahkan pulau-pulau itu.

Orang-orang Dayak ialah penduduk pulau Kalimantan yang sejati, dahulu mereka ini mendiami pulau Kalimantan, baikpun pantai-pantai baikpun sebelah ke darat. Akan tetapi tatkala orang Melayu dari Sumatera dan Tanah Semenanjung Melaka datang ke situ terdesaklah orang Dayak itu lalu mundur, bertambah lama, bertambah jauh ke sebelah darat pulau Kalimantan.

Teori tentang migrasi ini sekaligus boleh menjawab persoalan: mengapa suku bangsa Dayak kini mempunyai begitu banyak sifat yang berbeza, sama ada dalam bahasa maupun dalam ciri-ciri budaya mereka.

Dewasa ini suku bangsa Dayak terbagi dalam enam rumpun besar, iaitu Kenyah-Kayan-Bahau, Ot Danum, Iban, Murut, Klemantan dan Punan. Keenam rumpun ini terbagi lagi kepada lebih kurang 405 sub suku. Meskipun terbagi kepada ratusan sub suku, kelompok suku Dayak memiliki kesamaan ciri-ciri budaya yang khas. Ciri-ciri tersebut menjadi faktor penentu salah suatu sub suku di Kalimantan dapat dimasukkan ke dalam kelompok Dayak. Ciri-ciri tersebut ialah rumah panjang, hasil budaya material seperti tembikar, mandau, sumpit beliong (kapak Dayak) pandangan terhadap alam, mata pencarian (sistem perladangan) dan seni tari.